Si Tukang Antar Susu

Sebagai ibu menyusui yang bekerja saya selalu menyempatkan pulang setiap istirahat siang untuk mengantar susu hasil perahan di kantor sekaligus menyusui langsung anak saya. Jarak kantor dengan rumah tidak terlalu jauh, sekitar lima belas sampai dua puluh menit naik motor dengan penuh perjuangan. Bagi beberapa orang yang melihat rutinitas saya mungkin menganggap saya enak bisa pulang setiap jam istirahat. Tapi kenyataannya tidak, saya harus membelah horornya Jalan Kaliurang yang macetnya mulai menyerupai jalanan Jakarta. Naik motor buru-buru dikejar waktu dan botol-botol berisi susu yang harus segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

Hal pertama yang selalu saya lakukan setiba di rumah adalah bergegas cuci kaki tangan dan langsung menghampiri Dayu, anak saya. Bermain-main sebentar dan menyusuinya. Rasa lelah dan penat yang menempel disepanjang perjalanan langsung menguap ketika melihat mata Dayu yang bulat, bibirnya yang mungil, pipinya yang gembul, dan mendengar suaranya yang nyaring. Tapi terkadang saya harus kecewa jika saat pulang dia baru saja minum susu atau sedang tidur.

Saya pun hanya punya waktu setengah jam untuk menyusui karena setengah jam sisanya sudah habis untuk pulang pergi. Setengah jam sangat tidak cukup, kadang saya harus memotong  proses yang sangat sakral dan khidmat itu (baca: menyusui) lantaran harus segera kembali ke kantor. Makan siang dengan buru-buru dan kembali membelah kemacetan Jalan Kaliurang. Kalau dibilang enak, sama sekali tidak.

Jika dibandingkan, lebih enak makan siang di kantor. Tinggal pesan via telpon dan saya bisa makan sembari youtuban. Atau makan di kantin bersama teman-teman sambil hahahihi ngobrol kesana kemari.

Hampir dua bulan ini saya selalu menolak ajakan makan siang bersama.  “Mau mengantar susu” begitu alasan saya setiap ajakan datang. Dan kadang saya merasa lebih lelah bolak-balik kantor rumah dari pada mengerjakan pekerjaan kantor. Begitulah, apapun profesinya, bekerja atau tetap di rumah, menjadi ibu selalu butuh tenaga ekstra. Lelah akan terbayar dengan senyum cerahnya dan tingkah polah lucunya.

Semangat menyusui!

Bulaksumur, 8 Agustus 2016

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *