Jangan Lakukan ini Saat Menjenguk Bayi

Saat anak saya lahir tidak hanya saya dan suami saya yang gembira dengan kehadirannya, tetapi keluarga dan teman-teman kami pun turut bersuka ria. Maka berbondong-bondonglah mereka datang untuk menjenguk Dayu, anak saya. Sejak di rumah sakit, teman dan kerabat silih berganti datang. Hingga kami pulang ke rumah masih saja Dayu jadi primadona para tetangga dan siapa saja ingin melihatnya.

Saat ini Dayu sudah empat bulan, bukan primadona untuk dikunjungi lagi karena ada bayi-bayi baru yang menyusul hadir di Bumi. Dayu juga sudah dua kali ikut saya untuk menengok bayi, dan masih ada daftar tunggu (kelahiran) yang akan segera kami kunjungi.

Nah berdasarkan pengalaman saya saat menjadi ibu baru empat bulan silam, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat menjenguk bayi. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak membuat risih si ibu baru dan bayi yang masih merah menggemaskan itu.

1. Menggendong-gendong bayi

Melihat bayi yang gemuk dan lucu tentu membuat gemas dan ingin menggendongnya. Kadang saat si bayi tidur ada saja yang meminta untuk menggendong atau memangku si bayi, dan si ibu hanya bisa nyengir sambil menyilahkan. Satu dua permintaan masih diluluskan, tetapi jika dalam sehari ada sepuluh orang yang berkunjung dan hendak menggendong si bayi, tentu nyengir si ibu berubah kecut.

Bayi yang sedang tidur pun akan terusik jika digendong secara bergantian. Tidak hanya sampai di situ, hal tersebut juga dapat membuat bayi lelah dan menjadi lebih rewel. Bagi yang berkunjung mungkin enak saja, selesai menggendong kembalikan ke ibunya dan pulang, lalu tinggallah si ibu yang harus kembali bersusah payah menidurkan si bayi.

2. Menciumi bayi

Gemas pada bayi boleh saja, tetapi tidak berarti kita bisa mencium-cium bayi yang baru lahir. Tidak semua ibu suka anaknya dicium orang lain. Bukan karena pelit, tapi kita tidak pernah tahu kondisi orang yang mencium si bayi. Apakah dia sedang sakit, habis makan pedas, habis merokok, atau entah apa lagi. Bayi baru lahir masih sangat rentan tertular virus, bakteri, dan kuman jadi mari kita berpikir kembali sebelum mencium si bayi. 

3. Memberi saran berlebihan

Bagi yang sudah lebih dulu punya anak tentu akan senang membagi pengalamannya saat membesarkan bayi mereka. Tetapi bagilah secukupnya, jangan berlebihan dan terkesan menggurui. Jangan pula membandingkan cara Ia merawat bayinya dengan yang lain. Karena setiap ibu punya cara masing-masing dalam merawat bayinya. Saran yang berlebihan justru akan membuat si ibu baru merasa tertekan dan bosan. Percayalah jika si ibu membutuhkan saran, dia pasti akan bertanya.

Jadi mari kita tunggu suka cita selanjutnya yang akan turun ke bumi melalui mata bening dan tangis riuh para bayi. Dan jangan lupa bawa hadiah untuk si ibu yang berhasil mengantarkan suka cita itu pada kita.

 

Sleman, 25 Agustus 2016

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *