Ternyata Tidak Hanya Manusia yang Galau Pasca Melahirkan

“Semua betina dikodratkan menjadi induk dari anak-anaknya dan akan galau pada waktunya.”

Tidak hanya manusia, ternyata hewan juga dapat galau ketika menjadi induk baru. Saya memiliki anjing jenis dachshund atau teckel yang baru saja melahirkan empat ekor anak, sayangnya satu anakan mati tidak lama setelah dilahirkan. Tiga anak teckel yang belum bernama itu kini menempati sudut garasi saya. Suatu zona merah anti jamah karena si Ici (induknya) akan menggeram pada siapa saja yang mendekat termasuk Haci, si anjing jantan.

Ici menjadi galak dan sensitif, suami saya yang mendekat dan hendak memindahkan anak-anak anjing itu ke tempat hangat justru mendapat cakaran di tangan. Tapi saat saya mendekat dan mengelus kepalanya ia pasrah saja (mungkin karena kami sama-sama betina yang telah beranak, hahaha….). Sambil mengelus kepalanya saya mengucapkan selamat untuk Ici yang telah menjadi induk baru. Saya juga mengambil anak-anaknya dan mengucapkan selamat datang pada mereka.

Hari-hari pertama pasca melahirkan nafsu makan Ici juga berkurang, Ia lebih senang menghabiskan waktu di sudut garasi menyusui anak-anaknya. Si jantan Haci terpaksa saya masukkan kandang karena sering mengganggu pasangannya yang sedang menyusui dan mengakibatkan keributan panjang sampai saling cakar-cakaran.

Memasuki hari ketiga Ici mulai bosan berdiam di pojokan. Ia mulai mondar-mandir, keluar sebentar lalu buru-buru masuk lagi, keluar lagi dan masuk lagi. Puncak galau pun terjadi saat adik saya datang dan mengajak Haci jalan-jalan. Saat tali kekang dipasang di badan Haci, si Ici melonjak-lonjak. Lalu saat Haci mulai jalan keluar rumah Ici pun gelisah, ia lari menyusul mereka tapi baru setengah jalan sudah balik arah, lari lagi balik lagi. Dan akhirnya hanya mengonggong-gonggong di depan rumah dengan muka memelas.

Saya terbayang pada diri saya sendiri beberapa bulan silam. Belum genap sebulan menghabiskan waktu di rumah dengan anak, saya mulai jenuh. Ingin sekali pergi keluar dan bertemu dengan teman-teman atau sekedar jalan-jalan sendiri. Apa lagi melihat suami yang bisa nongkrong dengan teman-temannya, rasa iri bercampur benci menyusup di dalam hati. Dan saya pun jadi baperan, galauers dan  mudah marah.

Kembali bekerja setelah habis masa cuti memang jadi obat baper dan galau akibat terlalu lama di rumah. Dayu, anak saya, juga sudah cukup kuat untuk diajak jalan-jalan, jadi saat ini kami sudah bisa piknik bertiga. Tetapi tetap saja keadaan tidak berubah, muncul baper-baper dan galau-galau baru karena saya harus menitipkan anak saat bekerja (meski dititipkan ke eyangnya sendiri). Dan sampai sekarang saya pun masih baperan dan galauers.

 

Sleman, 6 September 2016

 

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *