Begini Kalau Busui Lagi Piknik…

Awal September lalu kantor saya mengadakan outbond di Umbul Sidomukti, Bandungan, Kabupaten Semarang.  Awalnya tidak berniat ikut mengingat saya punya bayi 5 bulan yang masih asi eksklusif. Tetapi karena bujuk rayu teman yang tahu betul bahwa pedalaman saya ini telah dahaga akan petualangan, saya pun tergoyahkan, toh hanya menginap semalam.

Setelah mendapat persetujuan suami -yang ini wajib karena 36 jam selanjutnya Ia yang akan mengurus anak kami- saya pun segera mengumpulkan pundi-pundi ASI perah. Memastikan persediaan ASIP tercukupi sampai saya kembali. Jangan sampai karena stok habis anak saya disuruh ngenyot sapi.

wp_20160910_003
After long long long time cuti camping, kesampaian juga akhirnya.

Semua persiapan beres, Jumat sore selepas jam kerja rombongan berangkat. Deg-degan juga ninggalin anak di rumah, tapi demi meningkatkan kualitas hidup (salah satu caranya adalah piknik!) saya pun ha-ha-hi-hi selama perjalanan (enggak ding, saya ngorok selama di mobil).

Tiba di lokasi kami sudah tidak mendapat matahari. Jam menunjukkan pukul sembilan. Dipandu remang-remang lampu saya dan rombongan menurini tangga menuju tenda tempat menginap. Hal pertama yang saya lakukan setelah masuk tenda adalah mengeluarkan alat pumping, membersihkan tangan dengan cairan pembersih, dan mulai memompa, payudara sudah terasa penuh dan mulai sakit. Hujan pun turun perlahan, teman-teman di luar sibuk memasukkan barang-barang ke dalam tenda.

Setelah setengah jam memompa di kegelapan, saya keluar tenda dan syok mendapati semua orang menghilang. Celingukan sendiri, tengok kanan kiri, memeriksa tenda satu persatu dan nihil, fix saya sendirian!

Rintik gerimis berubah deras, saya pun masuk tenda lagi sembari mencari telepon genggam yang ternyata tidak bisa diandalkan karena sinyalnya tercecer dijalan. Saya pasrah dan berencana menggelar kantong tidur untuk merebahkan badan saat seorang pegawai setempat lewat sambil membawa jagung bakar. Ternyata agenda focus group discussion (FGD) yang semula akan dilakukan sambil bakar-bakar jagung dipindah ke mushola lantaran hujan. Pantas semua orang menghilang, mereka mencari kehangatan sambil mengunyah jagung bakar.

wp_20160910_005
Keluar tenda disambut matahari pagi.
bpro0639
Dimanapun tempatnya, pumping yang utama.

Pagi hari saya terbangun dengan payudara yang kembali penuh. Sebelum beraktifitas saya kembali memompa, mendapat satu botol penuh 150ml. Kali ini saya mulai bingung harus menyimpan asi perah dimana. Botol pertama yang saya simpan di cooler bag hanya dapat bertahan 12 jam dan harus segera dipindah ke lemari pendingin.

Saya pun menitipkan ASIP di kulkas dapur penginapan yang kami sewa. Petugasnya mengernyitkan dahi ketika saya menulis ‘asi perah’ di formulir penitipan barang, dan sedikit canggung saat menerima dua botol berisi cairan putih. Jengkel juga lihat ekspresi si petugas. “Itu susu Pak, bukan panu yang akan bikin gatal tangan Bapak! Hih!”

bpro0588
Seketika lupa kalau ninggal bayi di rumah. Maafkan ibumu nak.

Setelah urusan ‘persusuan’ beres, saya menyusul teman-teman yang mulai melakukan pemanasan di sebelah kantin penginapan. Kami melakukan kegiatan susur sungai sampai pukul 10 siang, dilanjutkan acara bebas. Bebas mau main flying fox, marine bridge, highest triangle, atau paralayang. Saya sih milih berenang di umbulnya saja yang gratis hehehe….

Selepas berenang saya memanfaatkan kamar yang disewa untuk kondisi darurat. Kalau-kalau ada yang masuk angin karena tidur di tenda, kamar itu bisa jadi unit gawat daruratnya. Dan berhubung siang hari tenda sudah dibongkar, kamar dua lantai tersebut jadi tempat saya memompa asi dan mandi. Karena waktu cek out hampir lewat dan antrian masih panjang, alhasil kami mandi keroyokan. Tiga emak-emak dan dua gadis jebar-jebur bersama, hahaha…

Begitulah piknik saya, tidak lepas dari kegiatan memompa dan memerah. Menenteng cooler bag kesana kemari dan sedikit-sedikit menelpon rumah walau sering tidak nyambung. Dan hal yang paling menyenangkan dari perjalanan piknik saya adalah saat kembali ke rumah dan mendapati anak saya sehat dan ceria.

Saat saya bahagia, anak dan suami juga.

wp_20160910_009
Pumping di kamar darurat yang disewa untuk kondisi darurat.
wp_20160910_015
Dua botol penuh harapan.
wp_20160910_021
Garden roof di depan pondok.
wp_20160910_017
Ada yang mau souvenir remote TV? :p
2-7
And for all, this is it!

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *