Anak Sakit? Emaknya Drama!

Ibu mana yang tak hancur hatinya jika melihat anaknya sakit? Bagaimanapun bentuknya atau seperti apapun perangainya, Ia akan termehek-mehek juga.

Dua minggu ini sudah dua kali saya nangis-nangis bombay lantaran Dayu, anak saya, tertimpa kemalangan. Pertama Ia harus merasakan sembelit pasca MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu). Kebayang dong betapa hancurnya hati saya ketika euforia menyajikan aneka MPASI terbaik justru berujung pada sembelit.

Perlu jadi catatan ibu-ibu lain yang mau ber-MPASI, langsung koreki menu jika dua hari anak tidak buang air besar. Semula saya santai-santai saja ketika anak saya tidak bab sampai tiga hari, karena biasanya (saat masih asi eksklusif) Ia memang buang hajat setiap dua atau tiga hari sekali. Begitu hari keempat barulah kepanikan melanda. Dayu yang biasanya masih bisa buang hajat sambil senyum-senyum kali ini harus berusaha keras untuk mengejan.

Dan… pecahlah tangisnya. Seketika itu juga hancur hati saya. Sambil memijat-mijat perutnya dan menggerak-gerakkan kakinya agar mudah mengeluarkan feses, saya berlinang air mata dan ingus. Bagi orang dewasa saja sembelit itu menyakitkan, apa lagi bayi enam bulan yang baru pertama kali sembelit. Maafkan emakmu ini nak.

Drama pertama berlalu. Setelah seminggu terlewati dengan aman terkendali, saya harus kembali termehek-mehek. Kali ini sumbernya bukan tangis kesakitan yang pecah membelah jagad raya, tetapi wajah murung dan lesu yang kehilangan senyum.

Beberapa hari yang lalu anak saya muntah-muntah. Seluruh makanan dan ASI yang diminum termuntahkan tanpa sisa. Bahkan pada muntahan terakhir yang keluar hanya lendir. Mulailah drama India, Korea, Telenovela, FTV dan segala macamnya. Saya nangis-nangis bombay sambil ngelap muntahan, sesenggukan sambil coba menyusui tapi ditolak.

Drama mana lagi yang lebih menyayat hati dibanding anak muntah-muntah dan menolak menyusu?

Seketika langsung terbesit membawanya ke rumah sakit. Tapi suami saya -yang lebih kalem menghadai situasi- menyarankan untuk membiarkan Dayu tidur dulu. Memang saat itu terlihat wajahnya sangat lelah dan mengantuk. Awalnya saya tetap memaksa Dayu untuk minum sebelum tidur agar tidak dehidrasi. Tapi akhirnya menuruti saran suami.

Satu jam setelah lelap saya coba menyusui dan Ia mau. Gembira bukan kepalang. Semua bunga ikut bernyanyi, segala rumput riang-ria. Walau sempat muntah lagi tapi Ia tetap mau menyusu sampai pagi. Tenanglah hati saya.

Biarkan emakmu ini tidak tidur sampai pagi asalkan kamu sehat kembali.

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

3 thoughts on “Anak Sakit? Emaknya Drama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *