Saat Bersama Ayah

Ada kalanya saya harus meninggalkan Dayu berdua saja dengan ayahnya. Awalnya sih deg-degan, tapi lama-lama ketagihan.

Sejak anak kami lahir suami saya takut memandikannya, paling mentok dia cuma nyiapin ember dan perlengkapan mandi kemudian membereskannya kembali. Jika saya hendak pergi dan meninggalkan mereka berdua, saya pastikan Dayu, anak kami, mandi terlebih dahulu atau dia tidak akan mandi seharian. Tapi saat-saat itu telah berlalu, kini Ayahnya sudah jago mengurus Dayu, memandikan, menyuapi, dan menidurkan (walau sempat kecolongan glundung dari kasur).

Walau sudah canggih, tetap saja ada hal-hal di luar dugaan yang terjadi selama saya tidak ada. Mulai dari bedak bertaburan di kamar, hingga tangan penuh corat-coret. Kadang saya membayangkan apa yang mereka lakukan selama saya pergi. Berikut momen-momen yang sempat terabadikan ketika mereka berkegiatan bersama :

1.Utak-Atik Motor

img_20160801_122910
“Istirahat dulu bro, nih ngedot-ngedot dulu,” kata Dayu

 

Mengutak-atik motor adalah satu kegiatan wajib saat suami saya senggang. Jadi saat dia harus mengurus anak, kegiatan ini tetap tidak boleh terlewatkan. Alhasil mereka mbengkel bersama. Kalau dilihat dari ekspresinya, Dayu sih senang-senang saja, berasa jadi mandor sambil ungkang-ungkang kaki. Setelah motor beres gantian keretanya Dayu ya Pak.

 

 

 

 

 

 

2. Celemek Popok

"Duh Pak, ni popok bekas eekku tahu!"
“Duh Pak, ni popok bekas eekku tahu!”

Kreatifitas memang tiada batas. Saat celemek makan tidak ada, popok pun jadi. Yah dari pada popoknya tidak terpakai lagi. Hitung-hitung berhemat, tidak usah beli celemek makan. Maafkan ayah dan ibumu ya Dayu, kadang kami kelewat ngirit. Terlebih maafkan ayahmu yang improvisasinya berlebihan. Setidaknya popok bersih kok yang jadi celemek bukan lap motor atau kanebo.

3. Dapat Tompel

“Woles lho buk, aku aja santai kayak dipantai.”

Duh dek kamu kok santai-santai saja sih diusilin ayahmu. Itu stiker buah bisa-bisanya nempel di pipi. Emang sih pipimu mirip apel, tembem dan cokoteble tapi ya nggak gitu juga. Beruntung cuma ada satu stiker, kalau sepuluh maka muka dan badanmu bisa penuh stiker. Cukup motor ayah saja yang penuh tempelan, Dayu jangan!

4. Tato Temporer

Ceritanya biar kagak ketuker sama anak tetangga?

Belajar dari pengalaman, sekarang saya menyimpan spidol di tempat yang jauh dari jangkauan Dayu dan Ayahnya. Kenapa? Kalau Dayu yang nemu spidol pasti dimasukkan ke mulut dan diemut-emut. Kalau Ayahnya, tangan dan kaki Dayu bakal penuh corat-coret. Kadang kukunya yang diwarna pakai spidol, hitam pula! Mereka berdua benar-benar tidak tahu menggunakan spidol dengan baik dan benar. Hih!

5. Main kuda-kudaan

Salah satu fungsi rambut panjang adalah untuk main kuda-kudaan.

Nah, kalau yang ini manis. Walau topi cowgirlnya kegedean sampai kadang turun nutupin mata, asal kamu senang tak apa nak. Ayah pasti tidak akan lelah membuatmu bahagia. Jambak-jambak saja rambutnya, tarik-tarik saja kumisnya, itu tanda kamu gemes dan cintakan? Seperti kalau ayah nyubit pipimu sampai merah, jadi ayah di kruwes saja tidak apa-apa, kan cinta. hahaha…

 

 

 

 

 

 

 

Begitulah sekelumit kegiatan Dayu bersama Ayahnya, masih banyak ‘momezing’ lain yang tidak terekam kamera. Meski absurd saya bahagia suami turut aktif mengasuh anak. Karena anak adalah buah cinta keluarga tidak ada istilah mengurus dan mendidiknya adalah kodrat perempuan. Kodrat perempuan atau istri hanya mengandung dan melahirkan, selebihnya anak adalah tanggung jawab bersama.

Happy Family….

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *