Dilema Busui Saat Anak Tumbuh Gigi

Dua bulan lalu saya begitu cemas karena anak saya belum juga tumbuh gigi, padahal bayi seusianya -bahkan dibawahnya- sudah banyak bermunculan gigi. Meski cemas saya selalu berpikir positif dan meyakinkan diri bahwa tumbuh kembang setiap anak berbeda. Setiap pagi saat membersihkan mulutnya, saya pasti meraba gusi dan mencari tanda-tanda pertumbuhan gigi. Hingga suatu pagi saya meraba sesuatu yang keras di gusinya, yey… akhirnya tumbuh juga. Walau saat nyengir belum kelihatan tapi saya sudah senang bukan kepalang.

Saat ini giginya sudah empat, masing-masing dua di atas dan bawah. Hobinya barunya nyengir pamer gigi dan mengigit puting saat menyusu. Saya senang gigi anak saya bertambah banyak, artinya pertumbuhannya bagus dan sesuai usia. Tetapi saya sedih dan susah jika dia mulai menggigit puting. Saya sepenuhnya sadar kalau tumbuh gigi itu bikin anak tidak nyaman dan membuatnya menggigit apa saja yang masuk mulut seperti mainan, jari, dan puting. Dan itu bukan alasan untuk berhenti menyusui. Meski puting lecet-lecet mama tangguh harus berjuang memberi asi. Biarlah air mata bercucuran asal asi tidak berhenti mengucur.

Menggigit puting memang menjadi keasyikan baru bagi anak saya. Sebenarnya saat menyusu Ia tidak akan bisa menggigit puting karena dengan pelekatan yang benar dan gerakan menghisap, bayi tidak munggit menggigit. Tetapi biasanya anak saya mulai menggigit puting setelah selesai menyusu. Kadang menggigit dengan gemas kadang hanya sekedar gigit-gigit kecil untuk main-main. Sesekali saya menjerit, meringis, dan menangis. Terutama saat ia menggigit puting yang sudah lecet, perihnya sampai ubun-ubun. Saat itulah saya harus melepas paksa puting dari mulutnya. Saya masukkan jari kelingking melalui sudut mulutnya dan menekan gusi kebawah. Kalau saran ibu mertua suruh pejet hidungnya, si anak akan otomatis buka mulut karena butuh udara, tapi saya kok tidak tega ya.

Disinilah tantangan baru bagi para ibu menyusui. Perjuangan memberi asi masih panjang dan gigi-gigi kecil terus bermunculan. Menebar teror pada puting-puting yang menganga penuh luka. tetapi senyum lebar buah hati dengan gigi putih kecil bederet rapi akan cepat memusnahkan teror dan menumbuhkan cinta yang semakin dalam.

Terus beri asi sampai anak dua tahun. Dan terus semangat untuk para ibu menyusui. Kita bisa!

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *