Main Main Main, Kotor Biarin!

Minggu lalu saya mengajak Dayu ke pantai dalam rangka arisan mamah-mamah kece rindu pantai. Itu pengalaman kedua Dayu main di pantai. Pertama kali ke pantai dia belum bisa jalan, jadi belum se-happy Minggu kemarin. Kami memilih piknik ke Pantai Baru di wilayah Bantul, Yogyakarta. Menurut saya pantai ini sangat emak-emakable, pertama aksesnya mudah, kemudian banyak warung makan dan toko oleh-oleh, serta berbagai wahana bermain anak seperti kereta mini, ATV, dan kolam renang anak. Jadi di sini para ibu tidak perlu khawatir anak-anaknya berenang di laut (yang tentu sangat berbahaya mengingat ombak pantai selatan sering menelan korban), cukup cemplungkan di kolam dan mereka bahagia berenang sepuasnya. Lalu sembari menunggu anak bermain, para ibu bisa belanja-belanja yang tentu juga bikin bahagia. Nah bagi para ayah, kebahagiaan hakiki adalah melihat anak istrinya bahagiakan? Jadi jangan segan untuk merogoh kocek lebih dalam, hihihi…

Satu hal lagi menurut saya kenapa pantai ini sangat direkomendasikan buat emak-emak yang masih muda ataupun sudah beranjak tua, pantai ini sangat rindang. Berbeda dengan Pantai Parangtritis yang pesisirnya landai dengan hamparan pasir luas, pesisir Pantai Baru justru banyak ditumbuhi pohon cemara udang. Jadi ibu-ibu tinggal bawa tikar dan gelar lapak di bawah pohon, hehehe bercanda. Maksudnya ibu-ibu bisa duduk santai atau tiduran di bawah pohon sambil buka rantang dan menikmati hembusan angin dan suara debur ombak, nikmat sekali bukan. Pantai ini sangat cocok untuk ladies yang ingin mantai tapi takut terpapar matahari.

 

Nah di Pantai Baru kemarin berhubung Dayu masih telalu kecil untuk berenang sendiri di kolam atau naik ATV, maka dia saya ajak main pasir dan air di tepi pantai. Dia seneng banget gali-gali pasir dan meruntuhkan gundukan pasir buatan ibunya. Main airnya pun cuma nunggu ombak datang basahin kaki dan ngisi cekungan yang di buat Dayu, bukan yang nyemplung dan berenang-renang gitu, bahayakan. Walau akhirnya basah juga karena sedang asyik bikin gundukan pasir, ombak yang datang cukup besar dan kami terlambat menghindar. Tapi semua baik-baik saja, Dayu malah ketawa-ketawa girang mukanya keciprat air laut dan pasir (dia mah kalau sama air seneng banget).

Hari Seninnya Dayu ke pantai lagi sama Om, Tante, dan Uti dalam rangka mengantar jabang bayi yang pengen mendengar debur ombak. Ini yang hamil tantenya Dayu ya, usia kandungan lima bulan dan ngidam ingin ke pantai, bukan saya, hehehe. Tapi sayang cuaca mendung jadi tidak bisa gulung-gulung di pasir. Dan tentu karena sama Uti yang pasti lebih worried kalau cucunya kenapa-kenapa, alhasil tidak ngapa-ngapain, padahal Dayu ingin naik kuda kata Omnya. Perjalanan satu jam ke selatan hanya untuk menghirup udara pantai lima menit dan balik lagi ke utara (yang sabar ya Om, Tante, Dayu, dari pada Uti tidak jenak dan terus-terusan was-was, pulang adalah pilihan terbaik, yang penting jabang bayi sudah keturutan).

Mertua saya ini tipe ibu yang over worried. Waktu saya kasih lihat foto-foto Dayu di Pantai Baru, komentar utinya ‘kenapa bajunya begini kasian kena angin, itu kenapa pasirnya bisa sampai kuping dan hidung’, kenapa begini kenapa begitu, kasian ini kasian itu, banyak sekali. Saya jadi ingat mendiang ibu saya yang selalu bawel ketika kami piknik ke pantai, tidak boleh ini tidak boleh itu. Padahal saya, adik, dan ayah sudah punya rencana main air, tapi demi ketentraman batin ibu, kami duduk manis sambil bikin istana pasir yang jaraknya jauuuuuuuh dari bibir pantai.

Kalau untuk Dayu, saya sih asal masih aman dan Dia gembira boleh saja. Kekhawatiran yang berlebih tentu akan menghambat pertumbuhan anak. Kotor tidak masalah, toh bisa dibersihkan. Kena angin dikit juga tidak apa-apa, anaknya saja baik-baik saja dan dalam kondisi sehat. Justru dengan memberi proteksi berlebihan anak jadi rentan sakit karena tidak terbiasa berinteraksi dengan yang kotor-kotor, kekebalan tubuh tidak terbentuk dengan baik (ini teori saya saja sih, hehe… tapi saya sudah membuktikannya kok.

Kalau moms yang lain sudah seru-seruan kemana?

 

***

vemelinda

Menjadi ibu adalah hal paling luar biasa dalam hidup saya. Memang tidak mudah, tapi tidak perlu dibuat sulit. Banyak hal tidak terduga yang terjadi dalam hidup saya dan sebisa mungkin akan ditulis di blog ini. So… enjoy! Hubungi saya di : venantiamelinda@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *